Korea Selatan, negara dengan salah satu tingkat tekanan akademik tertinggi di dunia, mengambil langkah besar dengan merilis program global untuk mengatasi krisis kesehatan mental remaja. Program ini mencakup kurikulum pendidikan emosional di sekolah, layanan konseling berbasis AI, dan pelatihan guru untuk mendeteksi tanda-tanda awal masalah mental. Tak hanya diterapkan di dalam negeri, Korea Selatan juga menawarkan model program ini kepada negara-negara lain melalui kerja sama internasional. Tujuannya adalah menciptakan generasi muda yang lebih resilien, sadar diri, dan sehat secara emosional di tengah tantangan dunia modern. Langkah berani ini diapresiasi dunia sebagai contoh nyata bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan pendidikan akademik.